Aku berjalan menuju kelas dengan rasa bahagia, bahagia karena bisa menuntut ilmu dan bisa bertemu dengan teman-temanku yang setiap hari membuat aku tertawa. Tapi setiap hari aku juga merasa sedih yang tidak aku beritahu siapa-siapa. AKu sedih karena melihatnya duduk di depan kelas dengan wajah yang seperti tidak suka aku masuk sekolah. Sudah lama sekali aku bingung apa salahku selama 3 tahun ini. Aku merasa aku tidak pernah punya salah padanya, tapi mengapa sama sekali tidak mau berbicara padaku. Se hurufpun tak pernah keluar dari mulutnya untukku. Ia menjauhiku sejak beredarnya bahwa aku menyukainya. Saat itu aku juga sangat menyesal, mengapa aku tidak bisa menjaga perasaanku sendiri. Dan mengapa aku tidak bisa memilih orang bisa menjaga rahasia setelah kuceritakan ini semua. Aku memang bodoh, kalau aku tidak menceritakan semua ini pasti dia tidak akan membenciku sampai saat ini.
Aku sangat iri dengan mereka yang bisa dekat dengannya. Aku benar-benar sangat iri. Apa hanya aku orang yang dibencinya di dunia ini? Kapan dia bisa mengerti bahwa aku sangat sedih. Bertahun-tahun aku merasakan sakit, tapi kini aku hanya menahan sakit sendirian. Apakah Ia tau bahwa saat Ia berdua dengan kekasihnya aku benar-benar sakit? Kurasa tidak. Mempedulikanku saja tidak. Aku selalu sadar bahwa aku bukan siapa-siapanya. Dan mungkin AKU BUKANLAH TEMANNYA.
Kalau dia memang tidak karena aku menyukainya. Dia boleh membenciku. Tapi jangan berlama-lama seperti ini. Menjandi temanmu saja aku sudah sangat senang. Bisa ngobrol denganmu saja aku sangat senang. Kapan aku bisa menjadi seperti merek? mereka yang berada disekitarmu.
Jika ia membaca ini, aku hanya ingin meminta maaf jika aku punya salah yang sangat besar padamu. Aku ingin menjadi temanmu. Aku ingin sekali ngobrol denganmu. AKu ingin kau menjawab salam ketika aku masuk kelas. Aku ingin kau tidak risih mendengar namaku. Aku tak ingin kau membenciku. Aku mohon... Semoga KAu membaca semua ini dan kau akan sadar betapa inginnya aku menjadi temanmu HANYA TEMAN :")
Jumat, 16 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar